Skip to main content

Posts

Semangkok Cendol Merah Jambu

Cendol menyaring luka  Pada santan yang sedikit kental Rasa yang begitu kenyal  Pada tatap gula jawa yang tersipu Cendol menjelma  Menjadi sapuan jemari waktu Imaji tepung beras  Yang tertunduk adonan asmara Cendol memilih doa  Dalam hening dawet yang bercampur rindu Mangkok bambu dan sendok  Berbaris menjadi saksi-saksi bisu Rasa yang semanis senyum  Hadir di depanku Cendol meruji pikirku Cendol ini ungkapan jatuh  Pada nadi yang merasuk warna merah jambu Cinta Lagi lagi cinta penjaga Cendol dawet ini temu balasan tak sengaja Malang, 21 juli 2019

Temu Bermandikan Rindu

Sabun itu,  Beraroma wangi merindu Buihan pikir menjemput bola mata  Yang asing dalam benak kepala sendu Sabun waktu membersihkan lipatan kenangan  Yang mengemis, dulu Hari ini badanku tampak bugar,  Senyumku merekah,  Langkahku tak sengaja temu Mandi ini meredakan retakan palsu Aku suka bilasan bait ini, menyehatkan  Mandi menyapu komposisi kacang  Yang menyabun perubahan kencang Temu ini begitu mempesona  Dengan campuran hati biasa saja Temuku begitu cantik Rinduku hanya kiasan jemu Mandi ini sempurna Malang, 8 Juli 2019

Pagiku Mencintai Pagimu

Sekujur pagiku ditaburi benih-benih cinta berfatwa Kubuka jendela kasihku perlahan,  Sengatan mentari menunggu seratus juta ilusi Bibirku tekun menyebut cerita pagimu Rintikan air pada dedaunan rindu  Cukup menghibur makna rabaan sembuhku Lalu, tanganku memangil pena Untuk bergerak menulis jua Tanganku menoleh ke kanan,  Dengan sedikit rekaan yang bersembunyi Mungkin, coretan itu masih misteri selembar kertas Sudah.. Aku ingin menikmati hembusan pagiku  Dan pagimu yang membebaskan Aku menghela sang surya pagi ini,  Semakin erat bergandengan dengan sabda Fajar menyingsing,  Besok pagi kita lanjut bab curahan pagi Malang, 6 Juli 2019

Fana Bercerita

Dunia berpijak  Pada tanah sengketa bergelombang kedamaian Memanggil semesta  Dengan jemari tak bersenyawa Tubuhku bertopang,  Pikirku melayang-layang,  Jiwaku terkecoh Naluriku terhasut  Secercah kibaran kain hitam putih bayang Tolongku bergerak pada sandal penjelasan Aku jalan berarah,  Lalu menemukan titik ketulusan Rasaku berhenti pada tongkat kasih Aku sendiri,  Anganku memakai pelindung topi Baik saja, doaku mendekap Cinta abadi duduk bersama sore yang hangat Aku suka diksi ini, saat menguap Malang, 4 Juli 2019

Makna Berkeping Debu

Lirih berserakan pada kapsul rindu Sia-sia lebur tak bernyawa mengelokan luka Tegukan itu terasa pahit  Di dinding lidah yang sulit Mulas pada perut yang meremas-remas rasaku Aku bangun menghempaskan selimut yang menjadi kulitku Ocehanku porsi berkarat Hariku tak terlihat Tunggulah angin kelam membalas sikapmu Tubuhku tetap berkompromi dengan rasa malam  Sedikit berseteru kesakitan Dalamku semakin ada Maknaku terlalu dalam Hanya cahayaku yang menyala kuasa Sekali lagi, bibirku berkata merebut tak bermakna Debu itu cukup menyumbat gugurku Aku dalam tak bermakna Malang, 3 Juli 2019

Juliku Mulai Tumbuh

Kemarin...   Juniku tersangkut dalam kardus acuh Tertawa bahak dalam duri detik luka Palsuku terjajah kebingungan dalam bingkisan diam Itu kemarin Juni Aku duduk bersama kebohongan Pagi ini berdialog Juli... Aku ingin menatap cahaya yang merangkul sukmaku Ditemani banyak dingin,  Tubuhku yang mengigil tabah Tintaku menulis baru Tintaku menari Tintaku merasuk pada ego Awali Juli yang merdu dengan sedikit percikan rasa  Tetap, walau juni menghantui pagi larut bayangmu Juliku tetap tumbuh Menghapus juni kemarin Juliku tetap mekar Juliku Menatap ramah Malang, 1 Juli 2019

Mie Ayam Kenang

Sore menghampiri rumahku Dengan mengendarai motor rindu Engkau datang menjemputku  Dengan kata jawaban, lalu menjamak rasa Kita pergi untuk makan mie ayam hangat tawa Ditemani secangkir teh hangat,  Koma kalimat rahasia Sendok kita bertatap dalam, Dengan senyuman kecil Senyuman itu kecil Benar-benar kecil Senyum itu semakin malu Mie ayam ikut menyahut  Berbagai cerita makna  Pipiku yang merah merona Kecap turut bersaksi Kita makan dengan lahap tanpa sisa Lalu kita, membungkus mie ayam kenangan Untuk dibawa pulang Pulang dengan pertanyaan Diparkiran aku jatuh Jatuh cinta Meriang Aku suka mie ayam ini Malang, 30 Juni 2019