Skip to main content

Semangkok Cendol Merah Jambu


Cendol menyaring luka 
Pada santan yang sedikit kental
Rasa yang begitu kenyal 
Pada tatap gula jawa yang tersipu
Cendol menjelma 
Menjadi sapuan jemari waktu

Imaji tepung beras 
Yang tertunduk adonan asmara
Cendol memilih doa 
Dalam hening dawet yang bercampur rindu
Mangkok bambu dan sendok 
Berbaris menjadi saksi-saksi bisu

Rasa yang semanis senyum 
Hadir di depanku
Cendol meruji pikirku

Cendol ini ungkapan jatuh 
Pada nadi yang merasuk warna merah jambu

Cinta
Lagi lagi cinta penjaga
Cendol dawet ini temu balasan tak sengaja


Malang, 21 juli 2019

Popular posts from this blog

Seduhan Tentang Luka

Pagiku dingin  Siang menyelimuti  Dan Malampun mengigil Pesan yang meminang hatiku Pada jemari kepalsuan rindu Luka yang bertamu Pada semesta di semak-semak kebohongan Bagaimana dengan sandiwara yang berkonotasi tawa ?? Aku percaya Engkau mengelabui asam jiwa Kelam siapa kelam Bisikan pelan luka Hariku bertapa sembuh Tentang kata luka Dimana bait secangkir kopi hitamku berkenang Diikuti benci yang bersalam pulang Aku ingat, rasaku mendidih Ku angkat, sudah Lalu ku minum sendiri Luka ini cukup menyeduh Cukup, tawaku ingin menangis Malang, 28 Juni 2019

Sebuah Tulisan

Aku diabadikan oleh orisinalitas tulisan Tapi, itu hanyalah repetisi keadaan Menjadi gagasan sporadis persambatan dan arsip kenangan Cerita ini tertegun Dimulai dari perkenalan hingga berkolaborasi dengan pengikhlasan Menyangkutkan jantung, hati  dan mata kebetulan Sepertinya tulisanku begitu membosankan Baitnya tetap luka harian Antara aku, kau dan dia yang terkapar pada pena bentangan Akhirnya meratapi pada kertas putih menenangkan Tenang, ini hanyalah sedikit tulisan perasaan Fiksi diantara nanar kenyataan dengan waktu bertaburan Ini sebuah tulisan Malang, 24 Oktober 2019

Sedikit tahu tentang saya

  Nama saya Siti Khoirotun Nisak, bisa dipanggil Ninis atau Khoirotun terserah deh hehe. Aku asli kota Malang, tapi semoga nasibku tidak malang😋 Aku gadis 19 tahun yang sering berteman dengan kata, huruf, kalimat dan rindu. Aku suka menulis baru-baru ini, tepatnya dipenghujung tahun 2018, tapi aku suka puisi dan seni sejak SMA, menurutku, Seni adalah kebebasan kita dalam sesuatu tanpa peduli penilaian orang lain, dari hal-hal kecil yang diindahkan, intinya seni itu menghargai dalam kehidupan. Seni itu kawan, luka itu teman, bahagia itu sajak dan hidup ini adalah kisah :) pertanyaan yang sering terlontar saat aku membuat ig @kuseduhrindu pada tanggal 19 April 2019 1.Kenapa suka nulis, atau suka curhat? 2.Kok bisa tulisannya sastra? 3.Apakah sering luka? Baik aku jawab   Sebenarnya aku buat ig kuseduhrindu itu keisengan kertas dan pulpen yang mager, ehh aku maksudnya wkwk :D. Aku menulis, karena dengan menulis aku bisa meluapkan perasaan yang terjadi padaku, sek...