Skip to main content

Sebuah Tulisan





Aku diabadikan oleh orisinalitas tulisan
Tapi, itu hanyalah repetisi keadaan
Menjadi gagasan sporadis persambatan dan arsip kenangan
Cerita ini tertegun
Dimulai dari perkenalan hingga berkolaborasi dengan pengikhlasan
Menyangkutkan jantung, hati  dan mata kebetulan

Sepertinya tulisanku begitu membosankan
Baitnya tetap luka harian
Antara aku, kau dan dia yang terkapar pada pena bentangan
Akhirnya meratapi pada kertas putih menenangkan
Tenang, ini hanyalah sedikit tulisan perasaan
Fiksi diantara nanar kenyataan
dengan waktu bertaburan
Ini sebuah tulisan


Malang, 24 Oktober 2019

Popular posts from this blog

Sedikit tahu tentang saya

  Nama saya Siti Khoirotun Nisak, bisa dipanggil Ninis atau Khoirotun terserah deh hehe. Aku asli kota Malang, tapi semoga nasibku tidak malang😋 Aku gadis 19 tahun yang sering berteman dengan kata, huruf, kalimat dan rindu. Aku suka menulis baru-baru ini, tepatnya dipenghujung tahun 2018, tapi aku suka puisi dan seni sejak SMA, menurutku, Seni adalah kebebasan kita dalam sesuatu tanpa peduli penilaian orang lain, dari hal-hal kecil yang diindahkan, intinya seni itu menghargai dalam kehidupan. Seni itu kawan, luka itu teman, bahagia itu sajak dan hidup ini adalah kisah :) pertanyaan yang sering terlontar saat aku membuat ig @kuseduhrindu pada tanggal 19 April 2019 1.Kenapa suka nulis, atau suka curhat? 2.Kok bisa tulisannya sastra? 3.Apakah sering luka? Baik aku jawab   Sebenarnya aku buat ig kuseduhrindu itu keisengan kertas dan pulpen yang mager, ehh aku maksudnya wkwk :D. Aku menulis, karena dengan menulis aku bisa meluapkan perasaan yang terjadi padaku, sek...

Cerpen Mentari Merangkul Mimpi

  Banyak yang kita lalui dalam hidup, terkadang langkah kitapun diadopsi oleh sebuah masalah. Dilahirkan oleh ancaman. Tenang, Tuhan  selalu mengirimkan malaikatnya dalam bentuk lain, seperti cerpen dibawah ini. Kamu tak perlu menghujat sambat karena pada dasarnya kita adalah argumentasi peran yang berjuang untuk kehidupan. Selamat membaca dan jangan lupa bersyukur hehehe :)                     Mentari Merangkul Mimpi       Pagi ini sangat dingin, tepat pukul 04.00 subuh aku masih telena dengan kasurku. "Tubuhku ingin bercinta dengan malas, padahal sudah waktunya sholat subuh", kataku sambil mematikan alarm yang terus mengoceh. Aku teringat pesan ibuku " siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil", sekejap mataku terbuka melihat tulisan yang aku tempel pada dinding kamarku. Aku bergegas ke kamar mandi dan sholat subuh, setelah itu aku menunggu mentari hadir untuk menghangatkan tubuh dan mimpi-mimpi...